Lansia Sehat, Cegah Stroke

Salam : Smile, Memorable and Care

 

Halo Medikanian,

RS SMC kembali hadir dalam acara Ngobras (Ngobrol Sehat) yang diadakan oleh BSK Radio Network. Adapun bincang-bincang kali ini hadir dalam bentuk siaran langsung melalui radio 96.0 fm dan melalui IG TV @medikacitra. dr.Fajar Prabowo selaku Narasumber sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Saraf RS SMC mengangkat tema utama yaitu “Lansia Sehat”. Berikut kami sampaikan intisari dari talkshow kesehatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Agustus  2020 ini:

Stroke merupakan penyakit yang mempengaruhi pembuluh darah arteri yang menuju ke dan di dalam otak. Dari data WHO, stroke merupakan penyebab kematian nomor 1 di dunia selama periode tahun 2000 – 2012. Stroke muncul ketika pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi yang menuju ke otak mengalami penyumbatan ataupun pecah. Penyumbatan diakibatkan oleh adanya plak yang menempel pada dinding bagian dalam pembuluh darah. Ketika hal ini terjadi, bagian otak yang berhubungan dengan pembuluh darah tersebut tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi, yang berakibat sel-sel yang berada pada bagian tersebut akan mati. Sedangkan pecahnya pembuluh darah sebagai akibat dari tingginya tekanan darah yang terjadi terus menerus.

Fungsi dari bagian-bagian tubuh yang berbeda dikendalikan oleh bagian otak yang berbeda. Sehingga gejala tergantung pada bagian mana dari otak dipengaruhi dan pada ukuran bagian yang rusak. Pada umumnya gejala timbul secara tiba-tiba dan mencakup satu atau beberapa gejala seperti berikut :

  • Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba
  • Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba
  • bicaRa pelo / tiba-tiba tidak dapat bicara / tidak mengerti kata-kata / bicara tidak nyambung
  • Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh
  • Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba
  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi (tremor / gemetar, sempoyongan).

Tanda dan gejalan di atas lebih mudahnya disingkat kedalam slogan SeGeRa Ke RS.

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko dari stroke. Faktor resiko yang berpotensi tinggi menyebabkan stroke:

1.Usia
Risiko stroke meningkat dua kali lipat setiap pertambahan usia 10 tahun dari usia 55 tahun.

2.Riwayat keluarga
Anda akan memiliki risiko stroke lebih besar jika memiliki orang tua, kakek-nenek, saudara yang juga mengalami stroke.

3.Jenis kelamin
Setiap tahunnya kejadian stroke pada wanita lebih banyak daripada pria, dan stroke lebih banyak menyebabkan kematian pada wanita daripada pria. Beberapa kondisi berikut membuat wanita memiliki risiko stroke semakin besar yaitu:

– Penggunaan pil KB
– Kehamilan
– Riwayat pre-eklamsia/ eklamsia
– Diabetes gestasional/ diabetes saat kehamilan
– Merokok
– Menjalani terapi hormon pasca menopause.

4.Tekanan darah tinggi
Tingginya tekanan darah merupakan penyebab utama terjadinya stroke, dan hal ini merupakan faktor risiko yang paling penting untuk dikontrol.

5.Merokok
Dalam beberapa tahun belakangan menunjukkan bahwa merokok merupakan factor risiko yang sangat penting diperhatikan karena nikotin dan karbonmonoksida yang terkandung di dalam rokok dapat merusak sistim kardiovaskular dalam berbagai cara.

6.Diabetes mellitus
Diabetes merupakan faktor resiko independen untuk timbulnya stroke. Sebagian besar orang dengan diabetes juga memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan kelebihan berat badan. Kesemua hal ini semakin meningkatkan risiko terjadinya stroke. Meskipun diabetes diobati, namun keberadaan 3 kondisi lainnya tetap akan meningkatkan risiko stroke.

7.Kolesterol tinggi
Kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko stroke.

8.Pola makan
Pola makan tinggi lemak jenuh,lemak trans dan kolesterol meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Makanan yang tinggi garam akan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan makanan yang tinggi karbohidrat berkontribusi untuk meningkatkan kadar gula dalam darah.

9.Kurangnya aktifitas fisik
Kurangnya aktifitas olah tubuh dan obesitas atau keduanya dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung dan tentu stroke. Lakukan olah tubuh minimal 30 menit setiap hari secara rutin.

 

Penanganan Stroke dapat dilakukan dengan cara :

1.Penanganan gawat darurat harus segera dilakukan oleh dokter adalah memberi pengobatan untuk mencegah terjadinya kerusakan otak yang semakin parah.
2.Setelah selesai dengan pengobatan darurat, maka selanjutnya akan membutuhkan terapi untuk mendapatkan kembali kekuatan, memulihkan kembali fungsi tubuh dan kembali hidup secara mandiri. Dampak stroke tergantung pada daerah otak terserang dan jumlah jaringan yang rusak. Jika stroke mempengaruhi sisi kanan otak maka gerakan dan sensasi di sisi kiri tubuh mungkin akan terpengaruh, demikian sebaliknya.

 

Guna mencegah stroke dalam dilakukan upaya-upaya berikut ini :

1.Berhenti merokok
Senyawa kimia yang berada pada rokok dapat merusak pembuluh darah arteri. Berhenti merokok dapat mengurangi resiko mengalami stroke.
2.Mengontrol tekanan darah
Memastikan tekanan darah diperiksa sebulan sekali. Jika tekanan darah Anda tinggi maka memerlukan pengobatan yang tepat. Pengobatan yang tepat dapat membantu mengurangi resiko terjadinya stroke.
3.Memiliki berat badan ideal.
4.Memiliki kadar kolesterol dalam darah tinggi.
5.Melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga minimal 30 menit setiap hari.
6.Mengubah pola makan menjadi lebih sehat dengan memperbanyak buah dan sayuran dan mengurangi konsumsi kolesterol.
7.Membatasi konsumsi alkohol.
8.Mengontrol kadar gula darah agar tetap terkontrol.

Salam : Smile, Memorable and Care

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •