Kebutuhan Nutrisi Bagi Lansia

Salam : Smile, Memorable and Care

Halo Medikanian,

RS SMC kembali hadir dalam acara Ngobras (Ngobrol Sehat) yang diadakan oleh BSK Radio Network. Adapun bincang-bincang kali ini hadir dalam bentuk siaran langsung melalui radio 96.0 fm dan melalui IG TV @medikacitra. dr.Ifransyah Fuadi, Sp.PD selaku Narasumber sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS SMC mengangkat tema utama yaitu “Kebutuhan Nutrisi Bagi Lansia”. Berikut kami sampaikan intisari dari talkshow kesehatan yang dilaksanakan pada hari Senin, 10 Agustus  2020 ini:

Banyak asupan zat gizi yang harus ditingkatkan agar lansia tetap sehat dan dapat beraktivitas dengan baik. Namun beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya asam lemak omega 3 (dapat diperoleh dari minyak ikan), perbanyak air putih, perhatikan konsumsi garam, perhatikan asupan vitamin D dan kalsium.

  • Kalori

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan metabolisme basal pada orang berusia lanjut akan menurun sekitar 15-20%, disebabkan karena berkurangnya massa otot dan aktivitas. Bagi lansia komposisi energi sebaiknya 20-25% berasal dari protein, 30% lemak dan sisanya karbohidrat.

  • Protein

Pada lansia terjadi penurunan massa otot, namun ternyata kebutuhan tubuh akan protein tidak berkurang, bahkan harus ditingkatkan karena pada lansia efisiensi penggunaan senyawa nitrogen (protein) oleh tubuh telah berkurang, disebabkan pencernaan dan penyerapannya kurang efisien. Beberapa penelitian merekomendasikan kebutuhan protein lansia ditingkatkan 12-14% dari kebutuhan untuk orang dewasa.

  • Lemak

Konsumsi lemak yang dianjurkan adalah 30% dari total kalori yang dibutuhkan. Konsumsi lemak yang terlalu tinggi (lebih dari 40%) dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.

  • Karbohidrat dan Serat

Lansia tetap dianjurkan mengonsumsi serat. Sumber serat yang baik adalah sayuran, buah-buahan dan biji-bijian utuh. Konsumsi suplemen serat tidak dianjurkan bagi lansia karena dikhawatirkan konsumsi serat yang terlalu banyak dapat menyebabkan mineral dan zat gizi lain terserap oleh serat.

Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula sederhana dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks.

  • Vitamin dan Mineral

Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya lansia kurang mengonsumsi vitamin A, B1, B2, B6, niasin, asam folat, vitamin C, D, dan E. Kekurangan mineral yang paling banyak diderita lansia adalah kurang mineral kalsium yang menyebabkan kerapuhan tulang dan kekurangan zat besi menyebabkan anemia. Kebutuhan vitamin dan mineral bagi lansia menjadi penting untuk membantu metabolisme zat-zat gizi yang lain. Sayuran dan buah hendaknya dikonsumsi secara teratur sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.

Hal lain yang tidak kalah penting yaitu kebutuhan air pada lansia. Jumlah cairan tubuh akan menurun seiring bertambahnya usia, sehingga lansia berisiko mengalami dehidrasi. Apalagi jika tidak dibarengi dengan kebiasaan minum air yang rutin dan banyak setiap harinya. Kebutuhan air tidak berubah sejak usia 19 tahun keatas, mengkonsumsi  lebih dari 6 gelas sehari mencegah dehidrasi. Sebagai panduan kebutuhan air, setiap 1 mL air dibutuhkan untuk setiap kalori yang dikonsumsi dengan minimal 1500 kkal. Contohnya, untuk orang dengan kebutuhan energi 2000 kkal per hari  dibutuhkan air 2000 mL atau 2 L atau setara dengan 8 gelas per hari.

Kebutuhan gizi lansia maupun energi memang sangat penting tapi bukan hanya itu, lansia sebaiknya juga melakukan anjuran berikut ini :

  • Sebaiknya olah makanan dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang.
  • Mengurangi makanan yang digoreng.
  • Sesuaikan tekstur makanan dengan kemampuan. Jika sulit menelan, sebaiknya sajikan makanan dalam bentuk lunak.
  • Menentukan jadwal makan yang teratur. Contoh, sarapan jam 6 pagi, selingan jam 9 pagi, makan siang jam 12, makan selingan jam 3 sore, makan malam jam 6 malam, dan selingan jam 9 malam.
  • Batasi makanan yang manis-manis atau mengandung kadar gula tinggi.
  • Batasi makanan yang terlalu pedas.
  • Batasi minum kopi atau teh.
  • Batasi konsumsi makanan yang terlalu asin.

Lansia tetap membutuhkan olahraga untuk menjaga kesehatannya. Akan tetapi, sebaiknya konsultasikan dahulu ke Dokter apakah kondisinya memungkinkan. Jika diperbolehkan lakukan 2-3 kali dalam seminggu, ini termasuk latihan aerobik dan latihan kekuatan. Untuk latihan kekuatan, lakukan dengan 8-10 macam gerakan dengan 8-12 kali repetisi yang dilakukan dengan total selama 20-30 menit.

Selain olahraga, lansia juga perlu untuk memantau berat badannya secara rutin. Lansia juga tidak boleh diam saja, lakukan aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan agar tubuh tetap fit dan mencegah pikun. Dan yang pasti hindari stres, serta terapkan pola hidup bersih dan sehat.

Salam : Smile, Memorable and Care

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •