Cegah Covid 19 Pada Anak Dengan Vaksinasi

Ditulis oleh : dr. Teguh Nurwanto, MARS (Direktur RS SMC)

Salam Smile, Memorable and Care

Saat ini Indonesia khususnya Samarinda masih dihadapkan dalam situasi pandemi Covid-19 walaupun kasus pada bulan Oktober 2021 sudah menurun, namun kita masih tetap harus waspada, jangan sampai timbul gelombang ketiga.

Bercermin dari kejadian gelombang kedua varian delta pada bulan Juli lalu, menurut Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid -19, Wiku Adisasmito “Terjadi gelombang ke-2 di Indonesia tidak semata-mata terjadi karena kekuatan infeksius dari delta namun juga akibat kepatuhan protokol kesehatan yang menurun.

Oleh karena itu patut kita semua untuk tidak lalai dalam melakukan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 yaitu Menjaga jarak, Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjauhi kerumunan.

Pada bulan Juni 2020 terdapat study jurnal oleh Tiodora Haduman Siagian mengenai mencari kelompok beresiko tinggi terinfeksi virus corona dengan discourse network analysis dari hasil study tersebut didapatkan kesimpulan bahwa kelompok rentan terinfeksi covid adalah Lansia, Penderita penyakit kronis, Perokok, Penghisap Vape, kaum pria dan orang bergolongan darah A. Namun berdasarkan epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan bahwa dalam lonjakan Covid-19 yang harus dipahami bahwa Varian B.1.617.2 (Delta) menyerang semua kelompok usia termasuk anak-anak.

Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengenai kasus anak yang tekonfirmasi Covi-19 didapatkan sebanyak 37.706 kasus terkonfirmasi dari bulan Maret sampai Desember 2020. Diantaranya terdapat angka kematian anak berusia 10-18 tahun yakni 26 persen, 6-10 tahun sebesar 13 persen, 1-5 tahun sebanyak 23 persen, anak berusia 30 sampai kurang dari 12bulan sebesar 23 persen, dan kematian pada anak 0-28 hari sebesar 15 persen.

Selain melakukan protokol kesehatan kepada anak juga dewasa yang kontak erat dengan anak-anak kita, perlu dilakukan tindakan pencegahan yang penting yaitu dengan vaksinasi covid-19.

Vaksin covid-19 Pfizer dan Moderna telah melakukan tes vaksin covid-19 pada anak-anak usia 12-17 tahun, namun pada tanggal 2 November 2021, IDAI mengeluarkan rekomendasi pembaharuan terkait pemberian Vaksin Covid-19 coronavac pada anak usia 6 tahun keatas.

Vaksin coronavac diberikan secara intramuscular dengan dosis 3ug (0,5ml) sebanyak dua kali pemberian dengan jarak 4 minggu dari dosis pertama ke dosis kedua.

Vaksin coronavac dapat menawarkan beberapa perlindungan terhadap Covid-19, belum ada yang bisa mengatakan berapa lama perlindungan itu berlangsung. Tetapi sistem kekebalan tubuh juga mengandung sel khusus yang disebut sel memori B yang akan menyimpan informasi tentang virus corona selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.

Meski vaksin dapat membantu melawan infeksi Covid-19, bukan tidak mungkin orang yang telah divaksin bisa terpapar virus. Namun gejala yang mungkin akan dirasakan tidak separah dibanding jika belum menerima vaksinasi.

Mari lindungi anak-anak kita dari Covid-19 dan komplikasi berat yang dapat timbul jika terinfeksi dengan melaksanakan upaya pencegahan dengan vaksinasi covid-19.Salam Smile, Memorable and Care

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •