Asupan Zat Gizi Bagi Diabetisi

Ditulis oleh : Hersiani T.P,Amd.Gz (Nutrisionis RS SMC)

Salam Smile, Memorable and Care

Asupan zat gizi seseorang adalah segala sesuatu yang kita makan dan minum setiap hari yang dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti kebiasaan atau perilaku makan, pengetahuan tentang gizi,  ketersediaan atau akses pangan,  keadaan sosial ekonomi  serta kegiatan makan-minum juga bisa dengan tujuan tertentu, misalnya diet untuk menurunkan berat badan, diet penyakit tertentu , dan lain-lain. Sedangkan kata diet menurut  Kamus Gizi Pelengkap Kesehatan Keluarga keluaran Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), diet diartikan sebagai upaya pengaturan atau modifikasi pola makan termasuk minuman yang bertujuan untuk mencapai kesehatan optimal, seperti menurunkan atau menaikkan berat badan demi mencapai status gizi normal atau berat badan ideal, juga sebagai terapi gizi untuk seseorang dengan penyakit tertentu. Pemilihan dan pengaturan jenis makanan, jumlah makanan dan  jadwal makan serta disesuaikan dengan kondisi fisik seseorang dengan tetap mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang perlu dipertimbangkan saat mengatur pola makan, baik bagi orang sehat maupun orang sakit. Hal ini perlu diperhatikan untuk mencapai kesehatan yang optimal secara menyeluruh karena sesungguhnya makan atau diet bukan hanya bertujuan untuk kenyang, bertahan hidup dan mencapai postur tubuh yang diinginkan.

Diabetisi adalah seseorang yang terkena penyakit tidak menular, yaitu diabetes melitus atau yang paling lazim dikenal dengan nama penyakit kencing manis. Penyakit diabetes melitus ini tidak menular, namun jika salah satu dari dua hal ini, yaitu terapi medis dari dokter dan pengaturan pola makan belum dimaksimalkan, maka dapat menyebabkan terjadinya komplikasi akut dan diabetisi tersebut akan lebih sering mengalami keluhan-keluhan yang menyertai penyakit DM. Oleh karena itu melalui artikel ini, kami mengajak Bapak/Ibu untuk belajar bersama-sama tentang pola makan yang tepat bagi para diabetisi. Namun sebelum itu, perlu kita ketahui bahwa makanan yang erat kaitannya dengan penyakit DM adalah makanan sumber karbohidrat, baik karbohidrat kompleks maupun karbohidrat sederhana karena yang bermasalah bagi para diabetisi adalah proses metabolisme makanan sumber karbohidrat. Seseorang yang bukan diabetisi saat setelah mengonsumsi makanan sumber karbohidrat secara berlebihan  (kelompok makanan pokok, kelompok sumber protein nabati serta kelompok sayur dan buah) menghasilkan glukosa yang tinggi akan langsung diubah oleh insulin menjadi energi sebagai sumber energi untuk beraktivitas, namun bagi para diabetisi tidak terjadi demikian karena disebabkan oleh dua faktor, yaitu produksi insulin kurang dan resisten insulin atau insulin tidak berfungsi sehingga menyebabkan hasil pemeriksaan gula darah yang tinggi.

Terapi gizi atau penatalaksanaan diet bagi diabetisi, kurang lebih sama dengan diet pada umumnya karena pada prinsipnya pengaturan dietnya mengacu pada menu gizi seimbang sesuai kebutuhan energi,  zat gizi dan kondisi kesehatan secara individual. Adapun prinsip diet bagi diabetisi yang biasa disingkat Tepat 3J adalah sebagai berikut:

1.Tepat Jenis Bahan Makanan atau Makanan

Pemilihan jenis bahan makanan perlu diperhatikan bagi diabetisi, bukan bertujuan untuk menghindari bahan makanan tertentu seumur hidup atau mengonsumsi lebih banyak makanan tertentu, tetapi untuk menyusun menu seimbang dengan komposisi zat gizi lengkap yaitu mengandung karbohidrat tinggi serat, protein, lemak dan vitamin, mineral dari buah dan sayur untuk setiap kali makan dan juga menerapkan pola makan beranekaragam bahan makanan karena tidak ada satupun bahan makanan yang mengandung zat gizi lengkap secara alami. Selayaknya organ tubuh kita yang memiliki peran dan fungsi masing-masing, bahan makanan pun demikian memiliki kandungan zat gizi yang unik dan fungsi yang berbeda-beda. Selain pemilihan jenis bahan makanan yang perlu diperhatikan, diabetisi juga dianjurkan untuk memilih jenis makanan yang tidak cepat meningkatkan kadar glukosa darah atau dengan kata lain memilih  jenis bahan makanan ataupun makanan yang memiliki Indeks Glikemik (IG) rendah (nilai IG= <55) dan IG sedang (nilai IG= 55-70), seperti beras merah, kentang, roti gandum, kacang-kacangan pisang, pepaya, mie bakso, nasi soto ayam, indomie bihun kuah, diabetasol, jus alpukat dan lain-lain. Makanan selingan untuk diabetisi lebih dianjurkan mengonsumsi buah-buahan, namum jika ingin mengonsumsi makanan selingan manis yang mengandung karbohidrat sederhana (IG tinggi) berupa snack yang diberi tambahan gula atau pemanis buatan, maka yang dapat dilakukan adalah mengurangi porsi makan pagi, siang, atau malam  dan sebaiknya dihindari atau dibatasi jika hasil pemeriksaan glukosa darah masih tinggi.

2.Tepat Jumlah Energi dan Zat Gizi yang dibutuhkan

  • Kebutuhan energi setiap diabetisi berbeda-beda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain berat badan, tinggi badan, usia, aktifitas fisik, adanya penyakit komplikasi, kehamilan dan laktasi.
  • Kebutuhan Karbohidrat sehari yang diajurkan bagi diabetisi adalah makanan sumber karbohidrat kompleks atau sumber makanan pokok dari biji-bijian (beras merah, roti gandum, dan lain-lain) yang tinggi serat; makanan yang tinggi serat seperti buah-sayur, kacang-kacangan (protein nabati). Karbohidrat sederhana yang mengandung sukrosa (gula pasir, gula merah) yang dengan sengaja ditambahan pada makanan, tidak lebih dari 5% kebutuhan energi dan penggunaan pemanis alternatif tidak melebihi batas yang dianjurkan dan bahkan saat hasil pemeriksaan glukosa darah tinggi, sebaiknya dihindari. Namun saat diabetisi mengalami tanda-tanda hipoglikemi (gemetar, keringat dingin,merasa lapar, dll), maka yang dapat dilakukan saat itu adalah mengonsumsi 15 gram karbohidrat yang setara dengan 100ml soft drink, 1 sdm madu/gula pasir, 100 ml jus buah kemasan, 3 buah permen setelah hasil pemeriksaan glukosa darah dengan glukometer, maka dianjurkan untuk makan atau mengonsumsi snack untuk mencegah hipoglikemi berulang
  • Kebutuhan protein, lemak dan mineral disesuaikan dengan kebutuhan dan penyakit penyerta bagi diabetisi yang disertai komplikasi, misalnya DM dengan gangguan ginjal stage IV, maka terapi gizi yang diberikan untuk DM, juga untuk gangguan ginjal dengan pemberian terapi gizi berupa Diet DM Rendah Protein
  • Vitamin dan mineral sesuai anjuran angka kecukupan gizi (AKG)

3. Tepat/teratur Jadwal Makan

Jadwal pola makan yang dianjurkan adalah makanan utama 3 kali sehari; makanan selingan atau snack 2-3 kali sehari, makan dengan porsi kecil karena jika makan dengan porsi cukup besar akan meningkatkan kadar glukosa darah tinggi dan tidak menunggu lapar baru makan supaya bisa mengontrol porsi atau jumlah makanan yang dikonsumsi pada jam makan utama.

Akhir kalimat yang dikutip dari dua pepatah Hippocrates yang terkenal sampai saat ini adalah “you are what you eat and let your food be your medicine and your medicine be your food”. Demikian yang dapat kami bagikan bagi para medikanian dan untuk informasi lebih jelasnya terkait terapi gizi bagi diabetisi, dengan senang hati kami siap melayani Bapak/Ibu dengan mengunjungi poli gizi kami yang buka setiap hari Senin-Sabtu

Salam: Smile, Memorable , and Care

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •