YUK, KENALI LAYANAN FISIOTERAPI DI RS SMC

Ditulis Oleh :       Andrew Saniang, Amd. Ft (Fisioterapis RS SMC)

Salam Smile, Memorable and Care

Apa itu Fisioterapi?

Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi, komunikasi.

Kondisi – Kondisi Medis yang memerlukan tindakan Fisioterapi

•             Gangguan pernapasan, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan fibrosis kistik.

•             Gangguan neurologis, seperti stroke, multiple sclerosis, dan penyakit Parkinson.

•             Gangguan neuromuskular, seperti nyeri punggung, radang sendi, cedera leher

•             Kondisi Orthopedi (Post Operasi Fraktur / Patah tulang).

•             Gangguan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), misalnya penyakit jantung koroner, dan rehabilitasi setelah serangan jantung.

Bentuk – Bentuk Perawatan / Tindakan Fisioterapi

1. Peralatan Medis

•             Diathermi (SWD, MWD, Ultrasound, Laser)

•             Electrical Stimulasi (Tens, Faradik, Galvanik)

•             Infra Red Radiation

•             Parafin Bath

•             Nebulisasi

•             Dll

2. Manual Terapi

•             Memberikan latihan fisik secara langsung kepada pasien dengan metode – metode tertentu sesuai dengan kondisi pasien dengan tujuan untuk meningkatkan fungsi tubuh yang terganggu.

Tindakan / Perawatan Fisioterapi sesuai kelompok Spesialisasi :

1.            Fisioterapi Anak

Fisioterapi anak dilakukan untuk membantu mengatasi masalah kesehatan fisik yang dialami anak dan remaja yang mengganggu aktivitas, perkembangan fisik, dan kemampuan untuk bermain serta bersosialisasi. Terapi fisik dapat membantu menangani gangguan yang menghambat pergerakan tubuh seperti, cerebral palsy, global development delay (GDD), Developmental co-ordination disorder (DCD), kelainan neuromuskular, acquired brain injuiry (ABI), dan Down’s Syndome.

2.            Fisioterapi Neurologis

Terapi fisik neurologis dapat membantu menangani segala kondisi yang berkaitan dengan sistem saraf. Fisioterapi neurologis membantu mengembalikan mobilitas. Beberapa gangguan yang dapat ditangani terapi ini meliputi cedera kepala, stroke, Parkinson, dan nyeri saraf. Fisioterapis Neurologis membantu mencegah penyakit yang berasal dari sistem neurologis atau neuromuskular. Beberapa keuntungan fisioterapi neurologis sebagai berikut:

•             Membangun kembali jalur penjalaran saraf yang rusak

•             Meningkatkan kontrol motorik, keseimbangan, dan koordinasi tangan-ke-mata

•             Memperbaiki fungsi sensoris

•             Perawatan jaringan lunak

•             Pelatihan kinetic link

•             Rehabilitasi setelah operasi otak

3. Fisioterapi Ortopedi

Fisioterapi ortopedi membantu menangani kondisi cedera pada sistem muskuloskeletal. Selain itu, terapi ini bisa membantu pemulihan setelah operasi tulang (ortopedi). Fisioterapis ortopedi telah terlatih untuk melakukan pengobatan sendi pascaoperasi, radang sendi, cedera olahraga, dan cedera lainnya. Cedera khas yang umumnya ditangani, seperti terkilir, fraktur, dan peradangan pada tendon.

Alat fisioterapi yang sering digunakan untuk penyembuhan pasien ialah stimulasi listrik. Terapi lainnya, seperti terapi panas, terapi dingin, dan latihan kekuatan kerap dilakukan. Nantinya Fisioterapis  akan merekomendasikan terapi mana yang tepat sesuai kondisi pasien. Begitu juga dengan penggunaan alat terapinya. Mulai dari awal perawatan alat yang digunakan pun berbeda menyesuaikan perkembangan pasien.

4. Fisioterapi Kardiovaskular

Fisioterapi kardiovaskular dapat dilakukan pada penderita penyakit jantung dan paru-paru. Terapi fisik ini dapat membantu rehabilitasi pasien yang menderita serangan jantung atau penyakit paru kronis. Keuntungan melakukan fisioterapi kardiovaskular ialah sebagai berikut;

•             Melatih ketahanan

•             Melatih pernapasan dan peredaran darah

•             Membantu mengatasi sesak napas dan batuk kronis

•             Memposisikan tubuh untuk ekspansi paru-paru yang optimal

•             Rehabilitasi untuk kondisi paru dan jantung

5. Fisioterapi Geriatrik

Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh akan melambat. Selain itu, beberapa masalah mendasar mulai muncul. Fisioterapi geriatrik hadir untuk mencegah hingga mengobati gejala yang sudah ada sebelumnya. Fisioterapi geriatrik akan mengajarkan pasien bagaimana menggunakan otot untuk bekerja secara efisien dan mengurangi cedera di usia tua. Keuntungan melakukan fisioterapi geriatrik sebagai berikut:

•             Mengembalikan mobilitas, kekuatan, dan ketahanan

•             Mengurangi nyeri kronis

•             Meningkatkan kesehatan dan kebugaran

•             Memperbaiki postur tubuh yang buruk

6. Rehabilitasi Vestibular

Jenis fisioterapi ini berfokus pada pemulihan keseimbangan tubuh. Fisioterapis akan membantu melatih keseimbangan tubuh sehingga akan meningkatkan fungsi fisik secara keseluruhan dan juga membuat tubuh menjadi lebih kokoh. Fokus utama dari terapi ini adalah untuk mengembalikan keseimbangan tubuh yang terganggu yang disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam yang dapat menyebabkan vertigo dan dizziness yang kronis.

Selain membantu proses penyembuhan, fisioterapi memiliki ragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Fisioterapi adalah perawatan yang memiliki manfaat baik untuk diberikan kepada setiap individu, terlepas dari usia, jenis kelamin, bahkan profesinya. Jadi, tidak hanya orang yang sakit saja yang dapat mencoba fisioterapi. Fisioterapi menjadi langkah yang sangat baik untuk dilakukan sehingga dapat menjalani hidup lebih berkualitas.

Waktu yang di butuhkan untuk menjalani proses tindakan fisioterapi

Berbicara durasi penanganan / tindakan fisioterapi itu sangat beragam tergantung jenis penyakit, kondisi pasien, dan umur dan tindakan yang diberikan. Dalam proses penatalaksanaan fisioterapi biasanya memakan waktu 30 menit – 60 menit.

Layanan Fisioterapi di RS SMC

•             Neurologis (Saraf)

Fisioterapi neurologis adalah membantu orang orang yang mengalami kelainan atau penyakit neurologis (saraf), seperti cerebral palsy,cedera/gegar otak,stroke,Parkinson,cedera saraf tulang belakang dll.

•             Orthopaedi

Fisioterapi orthopaedi mendiagnosa,mengelola dan menangani pasien yang mengalami kelainan pada sistem musculoskeletal termasuk rehabilitasi setelah menjalani bedah orthopaedi dengan tujuan untuk mempercepat pemulihan dan pencegahan kecacatan.

•             Pediatric

Membantu mendeteksi masalah kesehatan kebih dini dan menggunakan berbagai modalitas dalam menangani kelainan-kelainan gerak dan fungsi gerak di lingkup pediatric. 

•             Muskuloskeletal

Fisioterapi musculoskeletal membantu berbagai macam gangguan pada otot dan tulang, seperti nyeri otot, radang sendi,kekakuan otot dan keterbatasan lingkup gerak sendi.

•             Kardiovaskuler

Fisioterapi pada Kardiovaskuler membantu pasien dalam mengelola pernapasan yang terganggu akibat dari penyakit tertentu, diantaranya : Asma, Infeksi Saluran Pernapasan, kelemahan otot-otot pernapasan.

Jaminan yang berlaku untuk tindakan Fisioterapi RS. SMC

1.            Pribadi

2.            BPJS

3.            ASURANSI ( Semua Asuransi yang bekerjasama dengan Rumah Sakit SMC yang ada benefit tindakan Fisioterapinya)

Prosedur Pelayanan Fisioterapi

1.            Prosedur Pelayanan Pasien Umum / Pribadi

Pasien datang ke Rumah Sakit melalui Customer Care, kemudian diarahkan ke bagian pendaftaran (admission), admission mendaftarkan pasien dengan tujuan ke Ruang Fisioterapi dengan melakukan deposit terlebih dahulu, setelah selesai proses pendaftaran, pasien ke ruang Fisioterapi. Petugas fisioterapi melakukan anamnesa kepada pasien untuk menentukan diagnosa pasien dan program tindakan fisioterapi. Pasien dilakukan tindakan fisioterapi berdasarkan diagnosa dan programnya. Setelah selesai, pasien di arahkan ke bagian kasir untuk menyelesaikan administrasinya.

2.            Prosedur Pelayanan Pasien BPJS

Dengan membawa rujukan dari Faskes, pasien terlebih dahulu mendapatkan pelayanan Dokter Spesialis (Poliklinik) sesuai tujuan yang ada pada lembar rujukan Faskesnya. Dokter Spesialis merujuk pasien tersebut ke Dokter Spesialis Rehab Medik, setelah itu Dokter Spesialis Rehab Medik melakukan Anamnesa untuk menentukan Diagnosa pasien dan menentukan Program Fisioterapi serta membuatkan jadwal tindakan Fisioterapinya (2 kali seminggu). Pasien datang untuk mendapatkan tindakan fisioterapi berdasarkan tanggal yang telah ditentukan dengan melakukan registrasi terlebih dahulu di bagian Customer Care dan Admission dengan membawa lembar (fotocopy) program fisioterapi yang di tandatangani oleh Dokter Rehab Medik. Petugas Fisioterapi melakukan tindakan kepada pasien berdasarkan program.

3.            Prosedur Pelayanan Pasien Asuransi

Pasien dengan jaminan Asuransi yang di rujuk oleh Dokter Spesialis (Poliklinik) ke Fisioterapi akan langsung dilakukan Anamnesa oleh Fisioterapis untuk menentukan diagnosa dan jenis tindakan fisioterapi yang akan diberikan. Jika pada hari yang sama, masih ada benefit asuransinya maka akan langsung dilakukan tindakan fisioterapi. Jika pada hari yang sama benefit asuransi untuk fisioterapi sudah habis, maka tindakan fisioterapi akan dilakukan pada hari berikutnya. Petugas fisioterapi mengatur jadwal tindakan pasien tersebut 2 – 3 kali dalam seminggu, selanjutnya di kembalikan kepada Dokter Spesialis (Poliklinik) jika memerlukan evaluasi.

Adapun jadwal pelayanan Fisioterapi di RS SMC sebagai berikut :

•             Senin – Sabtu Pukul 07.00 – 20.00

(Pendaftaran sesuai jadwal mulai Pukul 06.30 – 12.30 dan 13.30 – 18.30)

•             Tanggal Merah Libur

Salam Smile, Memorable and Care

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •